I always consider myself a late bloomer. Gue dewasa sangat terlambat, menurut gue. Walaupun gue udah jalan kemana-mana, gue baru merasa menemukan diri gue setelah menikah, punya anak. Banyak hal yang gue rasa gue lewatkan dan terlanjur ngga bisa kembali.
Setelah menikah gue melihat kembali kehidupan gue, dan gue menyadari banyak hal yang gue pikir udah gue jalani maksimal ternyata belum. Hal-hal yang gue pikir sudah keterlaluan, ternyata bahkan belum lewat batas. Dan yang lebih bikin gue merenung, ada hal-hal yang gue pikir udah gue selesaikan ternyata belum selesai.
Gue terlalu mudah percaya sama orang. Dan kalau gue udah percaya sama orang, gue akan mengabaikan orang lain. Orang pertama yang gue anggap benar akan jadi pegangan gue dan orang lain akan selalu salah dimata gue. Untuk itu, ada harga yang harus gue bayar. Gue kehilangan banyak kesempatan. Gue kehilangan banyak peluang. Hanya karena pendapat orang tertentu. Yang seharusnya gue bisa melebarkan sayap, pandangan gue jadi sempit. Gue ngga mau itu terjadi sama orang-orang muda yang gue sayangi. Gue berharap ngga akan jadi halangan buat mereka maju, gue mau jadi batu loncatan mereka. Supaya mereka ngga jadi seperti gue yang kehilangan peluang-peluang yang bisa merubah hidup mereka.
Lagipula gue juga terlalu malas. Gue terbiasa untuk ngga menghargai perubahan. Gue orang yang memegangn teguh sebuah tradisi. Bukannya itu hal yang jelek, tapi itu mengekang gue untuk berinovasi. GUe terlalu terpaku sama masa lalu dan sulit sekali menatap ke depan. Kejayaan masa lalu adalah masa lalu, harusnya gue menatap ke depan. Akhirnya gue terpenjara di masa lalu. Dan seperti batu ditengah-tengah sungai, gue ngga kemana-mana. Disitu aja. Terlalu sering gue bilang "Dulunya ..." dan itu terlalu banyak menghambat gue. Gue ngga ngga mau orang-orang muda yang gue sayangi terpaku sama masa lalu. Mereka harus menatap ke depan dan melangkah.
Dan yang terakhir, gue terlalu manja. Gue terbiasa mau enaknya dan sulit bertarung. Hidup gue bisa dibilang mudah. Dan kalau ngga dibilang mudah, maka gue akan memudahkannya untuk diri gue sendiri, gue lari dari masalah. Hal-hal yang harusnya gue selesaikan, gue tinggalkan. Hal-hal yang seharusnya gue perjuangkan, gue abaikan. Akhirnya gue ngga jadi apa-apa. Gue terlalu lemah untuk bertarung untuk masa depan gue, dan memilih menyerahkannya pada keadaan.
Setelah punya anak, pandangan gue banyak berubah. Gue mau mengajar anak-anak gue bahwa hidup itu ngga mudah. Bahwa benjol, memar, berdarah, kurang tidur, sakit, itu bagian dari hidup. Gue mau mereka jadi kuat untuk bertarung dan berjuang dalam hidup. Gue mau mereka belajar bahwa hidup itu ngga selamanya enak. I want them to learn that in this life, they have to fight to survive.
Mencari cara mengeluarkan apa yang nyangkut di otak. Semoga ada manfaatnya. Kalo ngga, ya udah...
15 May 2014
29 July 2013
Doaku Belakangan Ini
Doaku belakangan ini...
Semoga teman-teman, sahabat, saudara, kenalan yang masih berdoa dan berusaha punya anak segera dikabulkan Tuhan. Karena punya anak itu benar-benar anugerah. Ya memang mereka akan menyita waktumu, uangmu, tenagamu, pikiranmu, dan masih banyak lagi. Tapi apa yang mereka berikan jauh lebih berharga dari itu semua. Mereka memberikan warna baru dalam hidupmu, mereka memberikan sudut pandang yang baru atas jalanmu, mereka memberikan tujuan baru untuk arah hidupmu, dan mereka meluaskan tempat dihatimu untuk memberikan kasih yang berkembang setiap harinya. Tidak ada yang bisa berkata cukup mengenai anak. Mereka tidak akan cukup nakal atau cukup baik, tidak akan cukup pintar atau cukup bodoh, tidak akan cukup jauh atau cukup dekat, tidak akan cukup kecil atau cukup besar. Mereka adalah mereka, cukuplah untuk disayangi. Kita pun tidak akan pernah cukup untuk mereka. Tidak cukup baik atau cukup jahat, tidak cukup kaya atau cukup miskin, tidak cukup diam atau cukup bawel. Kita sendirilah cukup untuk mereka. Semoga teman-teman yang belum merasakannya suatu saat diberikan kesempatan untuk merasakan hidup memiliki harta yang yang ternilai ini, anak.
Doaku belakangan ini...
Semoga setiap keluarga menemukan jawaban untuk menambahkan kasih dalam kehidupan mereka. Terlalu banyak luka hati yang disebabkan oleh keluarga. Bukan saja atas apa yang mereka lakukan, tapi sering kali atas apa yang tidak mereka lakukan. Banyak lelaki yang menyakiti istri mereka dengan memukul, membentak, mencaci, tapi banyak yang menyakiti istrinya dengan melupakan hari jadi pernikahan, dengan tidak bertanya istrinya pergi kemana, dengan tidak peduli istrinya sudah makan atau belum, atau cukup dengan tidak pernah mengucapkan selamat tinggal setiap berangkat kerja. Banyak anak yang menyakiti orang tuanya dengan nilai yang jelek, narkoba, atau berargumen keras tapi mereka tidak sadar kalau dengan tidak pernah menelepon, mengunjungi, atau sekedar menyempatkan waktu untuk duduk bersama dan mengabiskan waktu dengan orang tua mereka saja sudah cukup menyakitkan. Semoga kita bisa memberikan lebih banyak diri kita bagi keluarga.
Inilah doaku belakangan ini...
Semoga Tuhan mengabulkannya...
Semoga teman-teman, sahabat, saudara, kenalan yang masih berdoa dan berusaha punya anak segera dikabulkan Tuhan. Karena punya anak itu benar-benar anugerah. Ya memang mereka akan menyita waktumu, uangmu, tenagamu, pikiranmu, dan masih banyak lagi. Tapi apa yang mereka berikan jauh lebih berharga dari itu semua. Mereka memberikan warna baru dalam hidupmu, mereka memberikan sudut pandang yang baru atas jalanmu, mereka memberikan tujuan baru untuk arah hidupmu, dan mereka meluaskan tempat dihatimu untuk memberikan kasih yang berkembang setiap harinya. Tidak ada yang bisa berkata cukup mengenai anak. Mereka tidak akan cukup nakal atau cukup baik, tidak akan cukup pintar atau cukup bodoh, tidak akan cukup jauh atau cukup dekat, tidak akan cukup kecil atau cukup besar. Mereka adalah mereka, cukuplah untuk disayangi. Kita pun tidak akan pernah cukup untuk mereka. Tidak cukup baik atau cukup jahat, tidak cukup kaya atau cukup miskin, tidak cukup diam atau cukup bawel. Kita sendirilah cukup untuk mereka. Semoga teman-teman yang belum merasakannya suatu saat diberikan kesempatan untuk merasakan hidup memiliki harta yang yang ternilai ini, anak.
Doaku belakangan ini...
Semoga setiap keluarga menemukan jawaban untuk menambahkan kasih dalam kehidupan mereka. Terlalu banyak luka hati yang disebabkan oleh keluarga. Bukan saja atas apa yang mereka lakukan, tapi sering kali atas apa yang tidak mereka lakukan. Banyak lelaki yang menyakiti istri mereka dengan memukul, membentak, mencaci, tapi banyak yang menyakiti istrinya dengan melupakan hari jadi pernikahan, dengan tidak bertanya istrinya pergi kemana, dengan tidak peduli istrinya sudah makan atau belum, atau cukup dengan tidak pernah mengucapkan selamat tinggal setiap berangkat kerja. Banyak anak yang menyakiti orang tuanya dengan nilai yang jelek, narkoba, atau berargumen keras tapi mereka tidak sadar kalau dengan tidak pernah menelepon, mengunjungi, atau sekedar menyempatkan waktu untuk duduk bersama dan mengabiskan waktu dengan orang tua mereka saja sudah cukup menyakitkan. Semoga kita bisa memberikan lebih banyak diri kita bagi keluarga.
Inilah doaku belakangan ini...
Semoga Tuhan mengabulkannya...
17 May 2013
Hancur Hatiku
Hancur hancur hancur hatiku...
Mungkin itu yang paling pas ngegambarin apa yang ada dihati gue saat ini. Hancuuurrr cur cur... Rasanya kayak... Pernah ngga sih lo sayang sama sesuatu. Sayang banget sama sesuatu yang berharga gitu. Terus lepas dari tangan lo tanpa lo bisa berbuat apa-apa. Sekali waktu lo ketemu lagi sama sesuatu itu dengan kondisinya yang mengenaskan. Mungkin menurut orang yang sekarang memilikinya, sesuatu itu tetap indah, bahkan mungkin lebih indah. Tapi buat lo sesuatu itu kehilangan makna sesungguhnya, jati dirinya, keindahan yang dulu lo pelihara, bahkan di mata lo nilainya udah hilang.
Itu yang gue rasain sekarang. Gue mungkin cuma bisa liat dari jauh, gue ga bisa sentuh lagi, ga bisa gue apa-apain lagi. Tapi jujur, dalam hati gue nangis... Sedih banget gue ngeliatnya. Dulunya gue jaga tetap murni. Gue rawat mati-matian supaya ngga cuma dimata gue indahnya, tapi juga dimata semua orang. Gue sayangin. Gue bawa dalam hati gue kemana-mana. Gue dengerin lagunya dimana-mana.
Ahhh... kenapa gue jadi curhat ya malem-malem gini? Toh sekarang udah bukan milik gue lagi, bukan sesuatu yang harus gue jaga atau rawat. Biarlah... Semoga sang sesuatu tidak benar-benar hancur, dan ini semua hanya kekhawatiran gue aja...
*close youtube*
*mendadak sebel sama "Where Have You Been"nya Rihanna*
21 November 2012
#PatsyLagiMikir
Berhubung ngga punya banyak waktu buat ngeblog lagi, akhirnya gue nulis di twitter aja deh. Kalo sempet baru dipindahin ke blog...
Ini kurang lebih sebulan yang lalu ya... Lama juga ya...
@PatsyMow
Kadang2 gue merasa hubungan gue sama Tuhan itu kayak gue sama bayi gue... #patsylagimikir
Sok tau, sok bisa, sok cuek, sok berani. Padahal gue ga tau bahayanya. Persis kyk bayi gue. Ga mau dipegangin. #patsylagimikir
Kadang2 gue cuekin juga bayi gue (sambil diawasin tentunya). Dia kejedot, pernah jg jatoh, trs nangis nyamperin gue. #patsylagimikir
Gue juga gitu. Kdg jatoh, kdg kesandung, trs kesel "kok Tuhan biarin gue". Pdhl Tuhan ga pernah ninggalin. Gue aja badung #patsylagimikir
Kalo udah susah, sakit, baru deh nangis. Minta tolong. Baby J jg gitu ke gue. Trs ngerayu, cium2, elus2.. Berharap dipeluk #patsylagimikir
Gue juga suka "ngerayu" Tuhan. Tiba2 rajin berdoa, ke gereja, pelayanan. Pdhl harusnya itu murni krn mengasihi Tuhan ya. #patsylagimikir
Pada akhirnya gue luluh dan kembali memeluk bayi gue. Dan ketika dia peluk gue lg, berasa bgt itu murni krn dia sayang gue. #patsylagimikir
Gue percaya Tuhan jg seneng sekali klo gue mau "manis" lagi dan ibadah gue murni krn gue mengasihi Tuhan, bukan "ada maunya" #patsylagimikir
Ini kurang lebih sebulan yang lalu ya... Lama juga ya...
@PatsyMow
Kadang2 gue merasa hubungan gue sama Tuhan itu kayak gue sama bayi gue... #patsylagimikir
Sok tau, sok bisa, sok cuek, sok berani. Padahal gue ga tau bahayanya. Persis kyk bayi gue. Ga mau dipegangin. #patsylagimikir
Kadang2 gue cuekin juga bayi gue (sambil diawasin tentunya). Dia kejedot, pernah jg jatoh, trs nangis nyamperin gue. #patsylagimikir
Gue juga gitu. Kdg jatoh, kdg kesandung, trs kesel "kok Tuhan biarin gue". Pdhl Tuhan ga pernah ninggalin. Gue aja badung #patsylagimikir
Kalo udah susah, sakit, baru deh nangis. Minta tolong. Baby J jg gitu ke gue. Trs ngerayu, cium2, elus2.. Berharap dipeluk #patsylagimikir
Gue juga suka "ngerayu" Tuhan. Tiba2 rajin berdoa, ke gereja, pelayanan. Pdhl harusnya itu murni krn mengasihi Tuhan ya. #patsylagimikir
Pada akhirnya gue luluh dan kembali memeluk bayi gue. Dan ketika dia peluk gue lg, berasa bgt itu murni krn dia sayang gue. #patsylagimikir
Gue percaya Tuhan jg seneng sekali klo gue mau "manis" lagi dan ibadah gue murni krn gue mengasihi Tuhan, bukan "ada maunya" #patsylagimikir
Subscribe to:
Posts (Atom)