29 July 2013

Doaku Belakangan Ini

Doaku belakangan ini...
Semoga teman-teman, sahabat, saudara, kenalan yang masih berdoa dan berusaha punya anak segera dikabulkan Tuhan. Karena punya anak itu benar-benar anugerah. Ya memang mereka akan menyita waktumu, uangmu, tenagamu, pikiranmu, dan masih banyak lagi. Tapi apa yang mereka berikan jauh lebih berharga dari itu semua. Mereka memberikan warna baru dalam hidupmu, mereka memberikan sudut pandang yang baru atas jalanmu, mereka memberikan tujuan baru untuk arah hidupmu, dan mereka meluaskan tempat dihatimu untuk memberikan kasih yang berkembang setiap harinya. Tidak ada yang bisa berkata cukup mengenai anak. Mereka tidak akan cukup nakal atau cukup baik, tidak akan cukup pintar atau cukup bodoh, tidak akan cukup jauh atau cukup dekat, tidak akan cukup kecil atau cukup besar. Mereka adalah mereka, cukuplah untuk disayangi. Kita pun tidak akan pernah cukup untuk mereka. Tidak cukup baik atau cukup jahat, tidak cukup kaya atau cukup miskin, tidak cukup diam atau cukup bawel. Kita sendirilah cukup untuk mereka. Semoga teman-teman yang belum merasakannya suatu saat diberikan kesempatan untuk merasakan hidup memiliki harta yang yang ternilai ini, anak.

Doaku belakangan ini...
Semoga setiap keluarga menemukan jawaban untuk menambahkan kasih dalam kehidupan mereka. Terlalu banyak luka hati yang disebabkan oleh keluarga. Bukan saja atas apa yang mereka lakukan, tapi sering kali atas apa yang tidak mereka lakukan. Banyak lelaki yang menyakiti istri mereka dengan memukul, membentak, mencaci, tapi banyak yang menyakiti istrinya dengan melupakan hari jadi pernikahan, dengan tidak bertanya istrinya pergi kemana, dengan tidak peduli istrinya sudah makan atau belum, atau cukup dengan tidak pernah mengucapkan selamat tinggal setiap berangkat kerja. Banyak anak yang menyakiti orang tuanya dengan nilai yang jelek, narkoba, atau berargumen keras tapi mereka tidak sadar kalau dengan tidak pernah menelepon, mengunjungi, atau sekedar menyempatkan waktu untuk duduk bersama dan mengabiskan waktu dengan  orang tua mereka saja sudah cukup menyakitkan. Semoga kita bisa memberikan lebih banyak diri kita bagi keluarga.

Inilah doaku belakangan ini...
Semoga Tuhan mengabulkannya...

17 May 2013

Hancur Hatiku

Hancur hancur hancur hatiku...
Mungkin itu yang paling pas ngegambarin apa yang ada dihati gue saat ini. Hancuuurrr cur cur... Rasanya kayak... Pernah ngga sih lo sayang sama sesuatu. Sayang banget sama sesuatu yang berharga gitu. Terus lepas dari tangan lo tanpa lo bisa berbuat apa-apa. Sekali waktu lo ketemu lagi sama sesuatu  itu dengan kondisinya yang mengenaskan. Mungkin menurut orang yang sekarang memilikinya, sesuatu itu tetap indah, bahkan mungkin lebih indah. Tapi buat lo sesuatu itu kehilangan makna sesungguhnya, jati dirinya, keindahan yang dulu lo pelihara, bahkan di mata lo nilainya udah hilang.
Itu yang gue rasain sekarang. Gue mungkin cuma bisa liat dari jauh, gue ga bisa sentuh lagi, ga bisa gue apa-apain lagi. Tapi jujur, dalam hati gue nangis... Sedih banget gue ngeliatnya. Dulunya gue jaga tetap murni. Gue rawat mati-matian supaya ngga cuma dimata gue indahnya, tapi juga dimata semua orang. Gue sayangin. Gue bawa dalam hati gue kemana-mana. Gue dengerin lagunya dimana-mana.
Ahhh... kenapa gue jadi curhat ya malem-malem gini? Toh sekarang udah bukan milik gue lagi, bukan sesuatu yang harus gue jaga atau rawat. Biarlah... Semoga sang sesuatu tidak benar-benar hancur, dan ini semua hanya kekhawatiran gue aja...
*close youtube*
*mendadak sebel sama "Where Have You Been"nya Rihanna*